Pengukuran sudut
A. Konsep Dasar Sudut
Untuk memahami masalah sudut, coba kita lakukan langkah-langkah berikut:
Lukaslah titik O.
Lukaslah sinar garis OA.
Putaran sinar garis OA dengan pusat O sampai terjadi sinar garis OB, sehingga terbentuk sudut AOB.
Beri nama LAOB = 0
Perhatikan gambar berikut!
Sudut didefinisikan sebagai hasil rotasi dari sisi awal (initial side) yaitu OA ke sisi akhir (terminal side) yaitu OB.
Arah putaran memiliki makna dalam sudut.
Jika arah putaran sudut berlawanan dengan arah putaran jarum jam maka sudut bertanda positif.
Jika arah putaran sudut searah dengan arah putaran jarum jam maka sudut bertanda negatif.
B. Ukuran sudut dalam Derajat
Perhatikan gambar berikut!
Ukuran Sudut dalam derajat
Satu putaran membentuk sudut 360°.
Definisi:
Satu derajat, ditulis 1° adalah besar sudut yang dihasilkan oleh 1/360 putaran, ditulis: 1° = 1/360
putaran.
Ukuran sudut yang lebih kecil dari derajat adalah menit (‘), dan detik (“), dengan konversi: 1= 60' dan 3600‘
Mengukur dengan busur derajat
Pengukuran ini merupakan pengukuran yang hasilnya ditetapkan atau disesuaikan dengan standar penggunaan busur derajat dan satuan derajat. Cara mengukur sudut trigonometri menggunakan alat bantu busur derajat dapat dilakukan dengan meletakkan busur diatas sudut ABC dan berhimpit garis horizontal pada busur dengan garis alas sudut yaitu garis BC. Lalu lihatlah angka yang ada pada busur yang ditunjukkan oleh garis AB.
Mengukur sudut yang dibentuk oleh jarum jam
Permukaan selai yang berbentuk lingkaran memiliki besar sudut yang berkisar 360⁰. Daun pada jam terbagi atas 12 bagian, setiap bagian memiliki besar = 360⁰ : 12 = 30⁰.